Kamis, 15 Desember 2016

Aksi FPI Bekasi Sebagai Bentuk Menolong Akidah Saudara Seiman

Aksi FPI Bekasi Sebagai Bentuk Menolong Akidah Saudara Seiman
Pihak dealer penjualan mobil di kawasan Jati Asih, Bekasi, akhirnya membuat surat pernyataan mencabut aturan yang memaksa karyawan Muslim memakai atribut Natal. Surat pernyatan itu dibuat setelah Laskar Pembela Islam yang disertai DPW FPI Bekasi Raya mendatangi dealer tersebut.

Komandan Laskar Pembela Islam Bekasi, Heru Mulyana, menegaskan bahwa langkah itu dilakukan sebagai bentuk pertolongan bagi sesama Muslim.

“Sesama saudara kita harus menolong, apa lagi ini menyangkut akidah,” kata Heru Mulyana saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (15/12).

Dia menambahkan bahwa aturan perusahaan yang memaksa karyawan muslim memakai atribut Natal merupakan bagian dari pemurtadan. Dia pun berharap agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Secara simbolis ini pemurtadan secara tidak langsung,” kata Heru.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar informasi di media sosial terkait sebuah dealer mobil yang mewajibkan karyawan muslim memakai atribut Natal. Menyikapi hal itu, FPI Bekasi Raya bersama Laskar Pembela Islam melalukan pemantauan dan menemukan fakta tersebut.

Setelah dilakukan dialog, pihak dealer kemudian membuat surat peryataan yang menyatakan bahwa tidak akan melakukan pemaksaan memakai atribut Natal kepada pegawai muslim. Selain itu pihak dealer pun menyatakan bahwa mereka siap di proses secara hukum apabila mengulang tindakan serupa di kemudian hari

Heru juga mengingatkan para karyawan muslim untuk menolak jika diperintahkan memakai atribut Natal. “Jangan sekali-kali dilakukan lagi, karena ini bukan budaya Islam,” ujarnya.

“Entah bos entah presiden yang memerintahkannya,” tandasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net