Para gerilyawan Rohingya mengatakan pada Minggu (7/1/2018) mereka tak memiliki pilihan selain memerangi apa yang mereka sebut terorisme yang disponsori negara Myanmar untuk membela komunitas Rohingya. Mereka menuntut Rohingya diajak berkonsultasi mengenai semua keputusan yang mempengaruhi masa depan mereka.