Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin menegaskan kembali, bahwa pendataan para kiai dan ulama dimaksudkan untuk tujuan silaturrahmi, bukan yang lain. Meski sudah dilakukan tabayun, rupanya sebagian kalangan terus memelintir isu tersebut sehingga masih menimbulkan keresahan di masyarakat.